All posts tagged: pabrik

Buruh Orasi di Bojongkokosan

Pada artikel berjudul Akan Orasi di Bojongkokosan, saya sempat berjanji akan memuat artikel lanjutan mengenai demonstrasi buruh di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Saya dan Ageung membuat sebuah tulisan mengenai peringatan Hari Buruh Internasional yang dilakukan di Bojongkokosan, dan dimuat di website akumassa dengan judul Sedikit Cerita tentang Serikat Buruh di Parungkuda, pada tanggal 2 Mei 2013. Tulisan ini sedikit banyak adalah hasil buah pikir Ageung sementara saya menyumbangkan buah pikiran melalui diskusi dan saran-saran mengenai bentuk kerangka atau kemasan tulisan. Ageung juga memuat artikel ini di blognya. Berikut saya post artikelnya. Silahkan dibaca, tanggapi, dan sebarkan! #asyek —————-***—————- Sabtu, 27 April 2013, ketika menuju kamar kecil, aku melihat ada banyak selebaran pengumuman ditempel di dinding-dinding bagian dalam gedung pabrik tempatku bekerja, di PT. Nina Venus Indonesia, Jalan Angkrong, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Isinya adalah pemberitahuan tentang pergantian hari libur untuk buruh pabrik. Semua buruh di PT. Nina diwajibkan masuk kerja pada tanggal 9 Mei, yang merupakan hari libur nasional, sebagai pengganti hari tidak masuk kerja pada Hari Rabu, 1 Mei 2013. Bagi pihak perusahaan, May Day seharusnya bukan …

batu permata ke batu kecapi

Tahu tidak?! Tadi malam, Ageung bercerita lagi kepada saya bahwa ada gosip baru yang berhubungan dengan surup-kesurupan… #asyek Hahaha! Saya cukup antusias mendengarnya meskipun sedikit kecewa karena bukan soal buruh laki-laki yang mati keselek cireng. Cerita kesurupan dari Parungkuda ini mulai beranjak ke persoalan mitos dan kisah misteri yang hidup di masyarakat Parungkuda melalui mulut ke mulut. Sebuh narasi kecil yang (bisa dibilang) tidak pernah diangkat oleh media arus utama. Jadi, katanya, buruh perempuan di PT. Nina 1 yang lama, yang mati karena kesurupan setan pangeran dari kerajaan antah berantah itu, mirip dengan Teh Puput, teman Ageung sesama buruh di PT. Nina 1 yang sekarang. Kemiripan mereka berdua juga di-iya-kan oleh teman sesama buruh yang lain, yakni Munir, Teh Yulis dan Mak Een. Munir mengatakan bahwa si buruh perempuan itu menjadi wadal manusia (atau tumbal, lebih tepatnya). Sementara itu, Mak Een mengatakan bahwa si buruh perempuan tersebut mati kesurupan karena dikerjai atau diguna-guna oleh mantan kekasihnya. Menurut cerita Ageung, yang ia dengar dari para buruh, dahulu di lokasi PT. Nina 1 yang lama (sekarang menjadi …

Dulu, ada kesurupan juga…

Seminggu yang lalu, Ageung menceritakan lanjutan gosip tentang kesurupan massal yang terjadi di PT Nina. Katanya, belakangan gosip tentang kesurupan massal itu mulai mendramatisasi ke sebuah kisah yang terjadi di masa lampau. Saya menyambut cerita ini dengan semangat. Sebab, seperti yang saya tulis di “Dari Parungkuda; Kesurupan Massal”, kisah tentang kesurupan massal akan terasa lengkap jika dibumbui oleh kisah-kisah misteri yang ‘katanya’ pernah terjadi di lokasi yang bersangkutan. Perusahaan wig milik orang Korea tempat Ageung bekerja itu terdiri dari tiga cabang perusahaan di Parungkuda: PT Nina 1, 2, dan 3. PT Nina 1 terletak di sebuah daerah yang oleh masyarakat Parungkuda disebut Angkrong. Kalau saya tidak salah ingat, PT Nina 2 terletak di daerah yang lebih dekat dengan Bojongkokosan, sedangkan PT Nina 3 di daerah Cibadak.[1] Menurut cerita Ageung, PT Nina 2 itu dulunya adalah PT Nina 1. Katanya, dulu di PT Nina tersebut juga pernah terjadi peristiwa kesurupan meskipun bukan kesurupan massal. Korban kesurupan waktu itu adalah seorang buruh perempuan. Si buruh perempuan mengalami kesurupan selama berhari-hari. Karena tidak sembuh-sembuh, keluarga si korban memutuskan …