All posts tagged: PT. Nina

batu permata ke batu kecapi

Tahu tidak?! Tadi malam, Ageung bercerita lagi kepada saya bahwa ada gosip baru yang berhubungan dengan surup-kesurupan… #asyek Hahaha! Saya cukup antusias mendengarnya meskipun sedikit kecewa karena bukan soal buruh laki-laki yang mati keselek cireng. Cerita kesurupan dari Parungkuda ini mulai beranjak ke persoalan mitos dan kisah misteri yang hidup di masyarakat Parungkuda melalui mulut ke mulut. Sebuh narasi kecil yang (bisa dibilang) tidak pernah diangkat oleh media arus utama. Jadi, katanya, buruh perempuan di PT. Nina 1 yang lama, yang mati karena kesurupan setan pangeran dari kerajaan antah berantah itu, mirip dengan Teh Puput, teman Ageung sesama buruh di PT. Nina 1 yang sekarang. Kemiripan mereka berdua juga di-iya-kan oleh teman sesama buruh yang lain, yakni Munir, Teh Yulis dan Mak Een. Munir mengatakan bahwa si buruh perempuan itu menjadi wadal manusia (atau tumbal, lebih tepatnya). Sementara itu, Mak Een mengatakan bahwa si buruh perempuan tersebut mati kesurupan karena dikerjai atau diguna-guna oleh mantan kekasihnya. Menurut cerita Ageung, yang ia dengar dari para buruh, dahulu di lokasi PT. Nina 1 yang lama (sekarang menjadi …

akan orasi di Bojongkokosan

Siang, Hari Kamis, 25 April 2013, melalui ponsel Ageung bercerita kepada saya tentang kabar terbaru dari pabrik PT. Nina 1 di Jl. Angkrong, Parungkuda. Katanya, tanggal 1 Mei tidak masuk kerja karena para buruh akan memperingati Hari Buruh Sedunia. “Kami akan berkumpul di Monumen,” kata Ageung. “Kamu ingat taman yang pernah kita kunjungi bersama Fajar dulu itu, kan?” “Oh, iya… aku ingat!” jawabku. “Buruh-buruhnya akan berorasi di sana?” “Iya, kalau kamu bisa datang ke Parungkuda, kita ke sana, yuk?! Kita bisa tulis peristiwa itu.” “Boleh juga, tuh! Lumayan cari isu tentang May Day yang baru, gak melulu di Jakarta.” Lokasi yang dimaksud Ageung adalah Monumen di Bojongkokosan, sebuah desa di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Di taman tersebut, kalau saya tidak salah ingat, terdapat dua monumen. Monumen pertama adalah 5 patung pejuang yang disebut Monumen Palagan. Pada sebuah artikel di blog bernama pecintawisata, dijelaskan tentang monumen tersebut: “Di Monumen Palagan, terdapat 5 patung pejuang. Tepat di tengah-tengah, patung pejuang yang dengan bangganya memegang sang saka merah putih. Di sebelah kiri, patung pejuang yang menyerbu dengan menggunakan …

Dulu, ada kesurupan juga…

Seminggu yang lalu, Ageung menceritakan lanjutan gosip tentang kesurupan massal yang terjadi di PT Nina. Katanya, belakangan gosip tentang kesurupan massal itu mulai mendramatisasi ke sebuah kisah yang terjadi di masa lampau. Saya menyambut cerita ini dengan semangat. Sebab, seperti yang saya tulis di “Dari Parungkuda; Kesurupan Massal”, kisah tentang kesurupan massal akan terasa lengkap jika dibumbui oleh kisah-kisah misteri yang ‘katanya’ pernah terjadi di lokasi yang bersangkutan. Perusahaan wig milik orang Korea tempat Ageung bekerja itu terdiri dari tiga cabang perusahaan di Parungkuda: PT Nina 1, 2, dan 3. PT Nina 1 terletak di sebuah daerah yang oleh masyarakat Parungkuda disebut Angkrong. Kalau saya tidak salah ingat, PT Nina 2 terletak di daerah yang lebih dekat dengan Bojongkokosan, sedangkan PT Nina 3 di daerah Cibadak.[1] Menurut cerita Ageung, PT Nina 2 itu dulunya adalah PT Nina 1. Katanya, dulu di PT Nina tersebut juga pernah terjadi peristiwa kesurupan meskipun bukan kesurupan massal. Korban kesurupan waktu itu adalah seorang buruh perempuan. Si buruh perempuan mengalami kesurupan selama berhari-hari. Karena tidak sembuh-sembuh, keluarga si korban memutuskan …