Charcoal punya Maria

Kesan: bentuknya seperti penghapus, teksturnya halus. Ketika disentuh, rasanya lebih kokoh, seperti memegang batu, bukan kayu.

Ketika digunakan, goresannya terasa lebih keras, dan lebih cepat menempel di kertas; ketika disapu atau diratakan, serbuknya tidak tersebar luas.

Saya sudah menggambar dua karya visual: sebuah ruang yang mengingat Dementia-nya Hafiz, tetapi rasanya gagal; satu lagi ialah potret Otty mencatat komentar-komentar millennial.

Cerita ini saya buat sebagai materi presentasi dalam diskusi #romanpicisan tanggal 1 Oktober 2018. #romanpicisan adalah kegiatan diskusi reguler yang diadakan di Forum Lenteng setiap hari Senin dan Selasa malam.

Di charcoal ini, ada tertulis kata warna putih: “Medium”.

Charcoal memang medium; medium untuk menciptakan visual. Dengan visual, kita bisa bercerita, tetapi menceritakan medium ini tak kalah sulitnya dengan menggoreskan tubuhnya di atas halaman kertas buku catatan harian saya.

“Mengingat Dementia-nya Hafiz” (Image © Manshur Zikri, 2018).

“Otty mencatat komentar-komentar millennial” (Image © Manshur Zikri, 2018).

Sebatang charcoal ini punya Maria, bukan punya saya. Tapi, sebagian serbuknya sudah jadi milik saya karena sudah melekat di dalam buku catatan saya, menjadi bahasa tutur saya.

PM Toh bilang, arti sebuah benda bisa kita ubah, tapi dengan syarat kita harus mengenalnya. Saya berkenalan dengan charcoal punya Maria dengan cara membuat gambar di buku catatan saya. Menggambar, atau membuat visual, adalah mengenal medium.

Saya dan Medium sudah berkenalan, dan cukup dekat. Dia ada di tangan saya, seakan lupa Maria, si pemilik sebelumnya, sebagaimana si Medium tadi sore juga dekat dengan Maria, melupakan pemilik aslinya.

Oh, iya! Hari ini, Medium sudah ke Pasar Minggu. Saya belum. Mungkin, nanti subuh atau besok sore, giliran saya yang akan mengajaknya berjalan-jalan ke Pasar Minggu.

daricatatanharian #13

Kita mungkin cukup dapat mengerti . . .

daricatatanharian #12

daricatatanharian #11

daricatatanharian #10

“Kantin yuk, Sob!”

daricatatanharian #9

confuse me with present
sitting together no longer a sense
due to the noises of the electronics
forgotten where we live and belong to

I don’t wanna be confused again and again
I want to sing and chatting with
sound of voices which’s beside me,
behind me, in front of me

 

 

daricatatanharian #8

imagining isabella

I’d tried to draw the elephants myself, and it didn’t work. However, ‘tuhan google’ helped me to give some pictures, so I re-draw them in my diary. Hahaha…!

daricatatanharian #7

daricatatanharian #6

Pada tanggal 18 April 2012, Divisi Kesenian dan Kreasi (Divisi Kesrek), Himpunan Mahasiswa Kriminologi (HIMAKRIM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia (UI), menghelatkan sebuah acara sederhana teruntuk lingkungan internal mahasiswa kriminologi, bertajuk OPLOSTIKAN, acara musik akustikan yang menyanyikan lagu-lagu yang di-request oleh orang-orang (mahasiwa/i), yang kemudian lagu itu dipersembahkan kepada pihak-pihak yang dianggap spesial di mata si pemesan lagu (oke, ajang galau pun terjadi di sini…! Haha..).

Bagi saya sendiri, acara ini menjadi menarik karena kemasannya yang sederhana, tetapi dapat memperlihatkan kekerabatan mahasiswa kriminologi dan alumni, sekaligus juga menunjukkan bakat-bakat terpendam dari para mahasiswa/i.

Saya, sebagai seorang penikmat musik ‘abal-abal’, tentu saja tidak ingin melewatkan acara ini (saya ingin menonton dari awal hingga akhir tanpa melewatkan satu pun penampilan dari masing-masing band yang bertugas untuk membawakan lagu yang di-request tersebut). Namun demikian, saya tak ingin pula si catatan harian melewatkan momen baik ini. Oleh karenanya, saya mengedarkan catatan itu dan meminta semua orang yang berkenan untuk memberikan komentarnya tentang acara yang sedang berlangsung. Tak perlu banyak bacot, silahkan simak sendiri bagaimana serunya kegiatan itu dari komentar-komentar yang berhasil saya kumpulkan. Rencananya, OPLOSTIKAN akan diadakan lagi bulan berikutnya, yakni OPLOSTIKAN #2 dan #3

Selesai acara, beberapa teman tertarik melihat-lihat isi buku catatan saya. Salah satunya adalah Ei, yang juga memiliki hobi membuat ilustrasi. Lantas dia menawarkan untuk membuat sebuah ilustrasi tentang OPLOSTIKAN di buku saya. Tentu saja saya sangat senang. Berikut hasil sketsa yang dibuat oleh Ei:

Saya tidak sabar menunggu OPLOSTIKAN berikutnya. Terimaksih untuk HIMAKRIM yang menyelenggarakan acara ini. #asyek

daricatatanharian #5

_____________________________________________________________

Catatan dibuat tanggal 18 April 2012